Cek Ongkir
Jadwal Kapal
WhatsApp
Istilah dan artinya dalam cargo

Istilah dan Artinya dalam Cargo

Memahami istilah dan artinya dalam cargo sangat penting bagi siapa pun yang sering mengirim barang. Baik pelaku usaha maupun pelanggan perorangan perlu mengenal berbagai istilah logistik agar proses pengiriman berjalan lancar. Selain membantu komunikasi dengan perusahaan ekspedisi, pemahaman tersebut juga memudahkan Anda memilih layanan yang paling sesuai.

Di dunia logistik, perusahaan menggunakan banyak istilah teknis saat menerima barang, menghitung biaya, mengatur jadwal, hingga mengirim barang ke tujuan. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali istilah-istilah tersebut sejak awal. Dengan begitu, Anda dapat menghindari kesalahan administrasi, memperkirakan biaya secara tepat, dan memantau proses pengiriman dengan lebih mudah.

Selanjutnya, artikel ini menjelaskan istilah dan artinya dalam cargo secara bertahap. Kami menyusun setiap istilah berdasarkan urutan abjad sehingga Anda dapat menemukan informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat.


Mengapa Harus Memahami Istilah dan Artinya dalam Cargo?

Setiap proses pengiriman melibatkan banyak dokumen, biaya, dan tahapan distribusi. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami istilah yang digunakan oleh perusahaan ekspedisi.

Selain mempermudah komunikasi, pengetahuan tersebut juga membantu Anda menentukan layanan yang paling efisien. Misalnya, Anda dapat mengetahui kapan harus menggunakan layanan udara, laut, atau darat sesuai jenis barang dan target waktu pengiriman.

Di sisi lain, pemahaman istilah cargo juga membantu Anda menghindari biaya tambahan yang tidak diperlukan. Dengan demikian, Anda dapat merencanakan proses pengiriman secara lebih efektif.

Untuk mengetahui contoh layanan pengiriman cargo, Anda juga dapat membaca artikel berikut.

👉 https://batamcargo.id/cargo-jakarta-ke-batam/

👉 https://batamcargo.id/ekspedisi-jakarta-ke-batam-solusi-pengiriman-cepat/


Istilah Cargo Huruf A

Accessorial Charges

Accessorial Charges merupakan biaya tambahan di luar tarif pengiriman utama. Perusahaan ekspedisi biasanya mengenakan biaya ini apabila pelanggan meminta layanan khusus, seperti pengiriman ke lokasi terpencil, penggunaan alat berat, atau proses bongkar muat tambahan.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya menanyakan seluruh komponen biaya sebelum melakukan pengiriman.


Air Way Bill (AWB)

Air Way Bill atau AWB adalah dokumen resmi yang menyertai pengiriman melalui jalur udara. Dokumen ini memuat informasi pengirim, penerima, jenis barang, dan nomor pelacakan.

Selain menjadi bukti pengiriman, AWB juga mempermudah proses pelacakan barang selama perjalanan.


Application Programming Interface (API)

API merupakan sistem yang menghubungkan satu aplikasi dengan aplikasi lainnya. Dalam dunia logistik, perusahaan memanfaatkan API untuk menampilkan tarif, status pengiriman, hingga informasi pelacakan secara otomatis.

Dengan demikian, pelanggan dapat memperoleh informasi secara real-time tanpa harus menghubungi layanan pelanggan.


Istilah Cargo Huruf B

Backorder

Backorder adalah kondisi ketika perusahaan tetap menerima pesanan meskipun stok barang belum tersedia.

Setelah stok kembali tersedia, perusahaan segera memproses dan mengirimkan pesanan kepada pelanggan. Oleh sebab itu, pelanggan perlu mengetahui estimasi waktu pengiriman sebelum melakukan pembelian.


Bill of Lading (B/L)

Bill of Lading merupakan dokumen resmi yang menjelaskan detail pengiriman melalui jalur laut. Dokumen ini mencantumkan data pengirim, penerima, jumlah barang, serta informasi kapal pengangkut.

Selain berfungsi sebagai bukti pengiriman, Bill of Lading juga menjadi dokumen penting dalam proses administrasi logistik.


Bonded Warehouse

Bonded Warehouse adalah gudang khusus yang menyimpan barang impor sebelum proses pembayaran bea masuk selesai.

Dengan adanya fasilitas tersebut, perusahaan dapat menyimpan barang secara legal sambil menunggu proses administrasi selesai.


Broker

Broker berperan sebagai pihak yang menghubungkan penjual, pembeli, maupun perusahaan logistik.

Selain membantu proses negosiasi, broker juga mempermudah penyelesaian berbagai dokumen pengiriman.


Buffer Stock

Buffer Stock adalah stok cadangan yang perusahaan siapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau keterlambatan pasokan.

Karena memiliki stok tambahan, perusahaan tetap dapat memenuhi kebutuhan pelanggan meskipun terjadi gangguan distribusi.


Bulk Cargo

Bulk Cargo mengacu pada barang yang dikirim dalam jumlah besar tanpa kemasan satuan.

Sebagai contoh, perusahaan sering mengirim batu bara, gandum, pasir, atau bijih mineral menggunakan metode ini. Oleh karena itu, pengiriman bulk cargo memerlukan alat bongkar muat khusus.


Istilah Cargo Huruf C

Cartage

Cartage adalah proses pengangkutan barang dalam jarak pendek menggunakan kendaraan darat, terutama truk.

Biasanya, perusahaan menggunakan layanan ini untuk memindahkan barang dari gudang menuju pelabuhan atau bandara.


Cash on Delivery (COD)

Cash on Delivery atau COD merupakan metode pembayaran yang dilakukan saat barang diterima oleh penerima.

Karena sistem ini memberikan rasa aman kepada pembeli, banyak toko online masih menawarkan metode pembayaran tersebut.


Cold Chain

Cold Chain adalah sistem distribusi yang menjaga suhu barang selama proses pengiriman.

Perusahaan farmasi maupun industri makanan menggunakan sistem ini agar kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tujuan.


Cold Storage

Cold Storage merupakan gudang penyimpanan bersuhu rendah yang digunakan untuk menjaga kualitas produk.

Selain menyimpan makanan beku, perusahaan juga memanfaatkan gudang ini untuk vaksin, obat-obatan, dan produk yang memerlukan suhu tertentu.


Cross Docking

Cross Docking adalah metode distribusi yang memindahkan barang langsung dari kendaraan datang ke kendaraan pengiriman berikutnya.

Dengan metode tersebut, perusahaan tidak perlu menyimpan barang terlalu lama di gudang. Akibatnya, proses distribusi menjadi lebih cepat dan biaya operasional dapat ditekan.


Customs Clearance

Customs Clearance merupakan proses pemeriksaan dan penyelesaian dokumen oleh pihak bea cukai sebelum barang dapat masuk atau keluar dari suatu negara.

Oleh karena itu, pengirim harus melengkapi seluruh dokumen agar proses pengiriman tidak mengalami hambatan.


Istilah Cargo Huruf D

Deadweight Tonnage (DWT)

Deadweight Tonnage menunjukkan kapasitas maksimum muatan yang mampu dibawa oleh sebuah kapal.

Informasi tersebut membantu perusahaan menentukan jenis kapal yang sesuai dengan kebutuhan pengiriman.


Delayed Shipment

Delayed Shipment berarti proses pengiriman mengalami keterlambatan.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena cuaca buruk, kepadatan pelabuhan, kendala operasional, maupun proses administrasi yang belum selesai. Oleh sebab itu, perusahaan biasanya memberikan informasi terbaru kepada pelanggan melalui sistem pelacakan.


Delivery Fee

Delivery Fee merupakan biaya yang dibayarkan pelanggan untuk layanan pengiriman barang.

Besarnya biaya dipengaruhi oleh berat barang, volume, jarak tujuan, dan jenis layanan yang dipilih.


Delivery Order (DO)

Delivery Order adalah dokumen resmi yang memberikan izin kepada penerima untuk mengambil barang.

Selain mempercepat proses penyerahan barang, dokumen ini juga membantu perusahaan memastikan bahwa barang diberikan kepada pihak yang benar.


Demurrage

Demurrage adalah denda yang dikenakan apabila kontainer tidak segera diambil dari pelabuhan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Karena itu, importir maupun penerima barang perlu mengatur jadwal pengambilan dengan baik agar tidak menanggung biaya tambahan.


Dimensional Weight

Dimensional Weight merupakan metode perhitungan biaya kirim berdasarkan volume barang, bukan hanya berat aktual.

Oleh karena itu, barang berukuran besar tetapi ringan tetap dapat dikenakan biaya lebih tinggi dibandingkan barang kecil dengan berat yang sama.


Distribution

Distribution adalah proses menyalurkan barang dari gudang menuju pelanggan atau titik penjualan.

Perusahaan logistik mengatur proses ini agar barang sampai dengan aman, tepat waktu, dan sesuai tujuan.


Distribution Center

Distribution Center merupakan pusat distribusi yang menerima, menyortir, dan mengirim barang ke berbagai wilayah.

Dengan adanya pusat distribusi, perusahaan dapat mempercepat proses pengiriman sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.


Drop Point

Drop Point adalah lokasi transit tempat perusahaan menerima, menyimpan sementara, atau meneruskan barang ke tujuan berikutnya.

Karena tersebar di berbagai wilayah, drop point membantu mempercepat distribusi barang kepada pelanggan.


Dropshipping

Dropshipping merupakan model bisnis yang memungkinkan penjual menjual produk tanpa menyimpan stok sendiri.

Setelah pelanggan melakukan pembelian, pemasok langsung mengirim barang kepada pelanggan atas nama penjual. Dengan demikian, penjual dapat menjalankan bisnis dengan modal yang relatif lebih kecil.


Istilah Cargo Huruf E

Electronic Proof of Delivery (e-POD)

Electronic Proof of Delivery atau e-POD merupakan bukti digital yang menunjukkan bahwa penerima telah menerima barang. Biasanya, kurir mengambil tanda tangan digital atau foto sebagai bukti penerimaan. Dengan demikian, pengirim dapat memverifikasi status pengiriman secara lebih cepat dan akurat.


Expedited Shipping

Expedited Shipping adalah layanan pengiriman dengan prioritas lebih tinggi dibandingkan layanan reguler. Oleh karena itu, perusahaan logistik memproses barang lebih cepat agar segera sampai ke tujuan. Meskipun biayanya lebih tinggi, layanan ini cocok untuk barang yang membutuhkan waktu pengiriman singkat.


Export Declaration

Export Declaration merupakan dokumen resmi yang berisi informasi barang ekspor. Selain memenuhi persyaratan pemerintah, dokumen ini juga membantu memperlancar proses pemeriksaan di bea cukai.


Express Service

Express Service adalah layanan pengiriman cepat dengan estimasi waktu yang lebih singkat. Karena prosesnya diprioritaskan, layanan ini sering dipilih untuk dokumen penting maupun barang bernilai tinggi.


Istilah Cargo Huruf F

First In First Out (FIFO)

First In First Out atau FIFO merupakan metode pengelolaan stok yang mengutamakan barang yang masuk lebih dahulu untuk dikeluarkan terlebih dahulu. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengurangi risiko barang rusak atau kedaluwarsa.


Flat Rack Container

Flat Rack Container adalah kontainer tanpa dinding samping maupun atap. Oleh sebab itu, perusahaan menggunakan jenis kontainer ini untuk mengangkut alat berat, mesin besar, atau material konstruksi.


Flatbed

Flatbed merupakan truk dengan bak datar tanpa penutup. Selain memudahkan proses bongkar muat, kendaraan ini juga cocok untuk mengangkut barang berukuran besar.


Force Majeure

Force Majeure adalah kondisi di luar kendali manusia yang menghambat proses pengiriman, seperti bencana alam, banjir, gempa bumi, atau konflik. Dalam situasi tersebut, perusahaan logistik biasanya menyesuaikan jadwal pengiriman.


Freight Forwarder

Freight Forwarder adalah perusahaan yang mengatur seluruh proses pengiriman barang. Selain memilih moda transportasi, perusahaan ini juga membantu pengurusan dokumen, koordinasi pengangkutan, dan proses kepabeanan.


Full Container Load (FCL)

Full Container Load atau FCL merupakan layanan ketika satu kontainer digunakan oleh satu pengirim saja. Oleh karena itu, layanan ini sangat sesuai untuk pengiriman dalam jumlah besar.


Full Truckload (FTL)

Full Truckload atau FTL berarti satu truk digunakan khusus untuk satu pelanggan. Dengan demikian, proses pengiriman menjadi lebih cepat karena kendaraan tidak berhenti untuk mengirim barang milik pelanggan lain.


Istilah Cargo Huruf G

Gross Weight

Gross Weight adalah berat total barang beserta kemasan, pallet, dan material pelindung lainnya. Oleh sebab itu, perusahaan logistik menggunakan data ini untuk menghitung biaya pengiriman.


Istilah Cargo Huruf H

Handling Fee

Handling Fee merupakan biaya penanganan barang selama proses bongkar muat, penyimpanan, atau distribusi. Besarnya biaya bergantung pada jenis barang dan tingkat kesulitan penanganannya.


Harmonized System Code (HS Code)

HS Code adalah kode klasifikasi barang yang berlaku secara internasional. Dengan menggunakan kode tersebut, pemerintah dapat menentukan tarif bea masuk maupun pajak secara tepat.


Hub

Hub merupakan pusat distribusi yang menghubungkan berbagai jalur pengiriman. Setelah barang tiba di hub, petugas akan menyortir dan mengirimkannya ke tujuan berikutnya.


Istilah Cargo Huruf I

Inbound Logistics

Inbound Logistics mencakup seluruh proses penerimaan bahan baku atau barang dari pemasok menuju gudang perusahaan. Dengan pengelolaan yang baik, perusahaan dapat menjaga ketersediaan stok secara optimal.


Incoterms

Incoterms adalah aturan internasional yang mengatur tanggung jawab penjual dan pembeli dalam transaksi perdagangan. Oleh karena itu, kedua belah pihak harus memahami aturan tersebut sebelum melakukan pengiriman internasional.


Inventory

Inventory adalah seluruh stok barang yang dimiliki perusahaan. Selain mencakup barang jadi, inventory juga meliputi bahan baku dan barang dalam proses produksi.


Inventory Management

Inventory Management merupakan sistem yang mengatur jumlah stok, lokasi penyimpanan, dan pergerakan barang. Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko kehabisan maupun penumpukan stok.


Istilah Cargo Huruf J

Just In Time (JIT)

Just In Time adalah metode pengelolaan persediaan yang menghadirkan barang sesuai kebutuhan produksi. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi biaya penyimpanan.


Istilah Cargo Huruf K

Kitting

Kitting adalah proses menggabungkan beberapa produk menjadi satu paket sebelum dikirim kepada pelanggan. Selain mempercepat proses distribusi, metode ini juga meningkatkan efisiensi operasional.


Istilah Cargo Huruf L

Last Mile Delivery

Last Mile Delivery merupakan tahap terakhir dalam proses pengiriman barang menuju alamat penerima. Karena berhubungan langsung dengan pelanggan, tahap ini sangat menentukan kepuasan layanan.


Lead Time

Lead Time adalah total waktu yang dibutuhkan sejak barang diterima hingga sampai kepada penerima. Oleh karena itu, pelanggan sering menggunakan informasi ini untuk memperkirakan jadwal penerimaan barang.


Less than Container Load (LCL)

Less than Container Load atau LCL merupakan layanan pengiriman yang menggabungkan barang dari beberapa pelanggan dalam satu kontainer. Dengan demikian, pelanggan hanya membayar ruang yang digunakan.


Less than Truckload (LTL)

Less than Truckload atau LTL memiliki konsep yang sama dengan LCL, tetapi menggunakan truk sebagai media pengangkutan. Oleh sebab itu, layanan ini cocok untuk pengiriman dalam jumlah kecil.


Line Haul

Line Haul adalah proses pengiriman barang dalam jarak jauh dari satu hub menuju hub lainnya. Setelah barang tiba, perusahaan melanjutkan distribusi ke lokasi tujuan.


Logistic

Logistic merupakan seluruh proses perencanaan, penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi barang. Selain memastikan barang tiba tepat waktu, sistem logistik juga berperan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.


Tips Memahami Istilah dan Artinya dalam Cargo

Mulailah dengan mengenali istilah yang paling sering muncul dalam proses pengiriman, seperti AWB, POD, Lead Time, FCL, dan LCL. Setelah memahami istilah tersebut, Anda akan lebih mudah mengikuti setiap tahapan distribusi barang.

Selanjutnya, bacalah dokumen pengiriman secara teliti sebelum menyerahkan barang kepada perusahaan ekspedisi. Cara ini membantu Anda memahami informasi yang tercantum sekaligus mengurangi risiko kesalahan administrasi.

Di samping itu, gunakan istilah logistik ketika berdiskusi dengan pihak ekspedisi. Semakin sering Anda menggunakannya, semakin mudah pula Anda memahami proses pengiriman barang.

Apabila masih menemukan istilah yang belum dipahami, segera tanyakan kepada pihak ekspedisi. Dengan begitu, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sebelum memilih layanan pengiriman.


Referensi Tambahan

Untuk menambah wawasan mengenai logistik, bacalah beberapa referensi berikut.

Selain membaca referensi tersebut, Anda juga dapat mempelajari berbagai artikel di Batam Cargo agar semakin memahami proses pengiriman barang ke seluruh Indonesia.


Kesimpulan

Kini Anda telah memahami berbagai istilah dan artinya dalam cargo yang sering digunakan dalam dunia logistik. Pengetahuan tersebut membantu Anda memahami dokumen pengiriman, menghitung estimasi biaya, serta memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, Anda dapat berkomunikasi dengan perusahaan ekspedisi secara lebih jelas sehingga proses pengiriman berjalan lebih lancar. Dengan pemahaman tersebut, Anda juga dapat mengurangi risiko kesalahan administrasi maupun keterlambatan pengiriman.

Terakhir, terapkan pengetahuan mengenai istilah dan artinya dalam cargo setiap kali mengirim barang. Dengan demikian, Anda dapat menjalankan proses logistik secara lebih aman, efisien, dan profesional.

Leave A Comment